Ini Dia Protokol Kesehatan Untuk Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka

tatap muka

Saat ini sebagian kegiatan belajar mengajar seperti kursus bahasa Inggris, belajar mengaji iqro, dan kegiatan pendidikan lainnya dilakukan dengan cara daring. Hal ini dilakukan dalam rangka membantu program pemerintah dalam menanggulangi virus corona yang saat ini sedang menyebar di seluruh dunia. Tidak hanya kegiatan belajar mengajar saja hampir semua kegiatan yang mengacu kepada kontak fisik di tunda bahkan di hentikan untuk waktu yang belum di tentukan. Kegiatan tersebut meliputi kerja di kantor, perkuliahan, makan secara dine-in dan lain sebagainya.

Program pemerintah seperti PSBB yang sekarang menjadi PPKM mengharuskan kita untuk melakukan kegiatan di rumah demi mencegah kontak fisik juga mengurangi kerumunan yang biasa terjadi sebelum pandemi seperti sekarang ini. Oleh sebab itu kegiatan daring saat ini menjadi tombak utama dalam menjaga produktifitas. Hampir semua kegiatan yang masih bisa dilakukan dari jarak jauh atau online maka hal tersebut wajib didahulukan.

Meskipun banyak saat ini alternatif kegiatan yang bisa di lakukan secara daring akan tetapi fakta yang terjadi adalah ada beberapa kegiatan yang mengharuskan kita untuk bertemu secara langsung. Dalam dunia belajar mengajar seperti pelajaran olah raga, pelatihan baris-berbaris dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu pemerintah memberikan keringanan untuk beberapa aktifitas yang tidak bisa di lakukan secara daring dalam pembatasan tertentu. Dalam dunia pendidikan ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Dikutip dari Instagram kemendikbudristek persyaratan tersebut antara lain seperti:

  1. Sebelum Kegiatan Pembelajaran

– Melakukan desinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan

– Memastikan kecukupan cairan desinfektan, sabun cuci tangan, air bersih di setiap fasilitas CTPS dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer)

READ  Cara Efektif agar Tidak Tertular Virus Corona

– Memastikan ketersediaan masker dan atau masker tembus pandang cadangan

– Memastikan thermo gun (pengukur suhu tubuh tembak) berfungsi dengan baik

– Melakukan pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan: suhu tubuh dan menanyakan adanya gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan dan atau sesak nafas

 

  1. Setelah Kegiatan Pembelajaran

– Melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan

– Memeriksa ketersediaan sisa cairan desinfektan, sabun cuci tangan dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer)

– Memeriksa ketersediaan masker dan atau masker tembus pandang cadangan

– Memastikan thermo gun (pengukur suhu tubuh tembak) berfungsi dengan baik

– Melaporkan hasil pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan harian kepada dinas pendidikan, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan kantor Kementerian Agama kabupaten kota sesuai dengan kewenangannya.

Oleh sebab itu para guru di sekolah harus dengan strategis dapat membagi waktu dan jadwal yang tepat guna mengurangi kerumunan dan kontak fisik yang terjadi antara murid di sekolah. Para murid juga lebih baik diwajibkan untuk membawa alat penunjang kesehatan seperti tissue, hand sanitizer spray, sarung tangan dan lain sebagainya.

Author: fauzan